Kante Kini Sedang Beradaptasi Dengan Permainan Yang Lebih Menyerang

Kante Kini Sedang Beradaptasi Dengan Permainan Yang Lebih Menyerang

Kante Kini Sedang Beradaptasi Dengan Permainan Yang Lebih Menyerang – Pelatih baru The Blues (Chelsea), Maurizio Sarri menerapkan filosofi permainan yang lebih menyerang bagi gelandang bertahan terbaik dunia timnya yaitu N’Golo Kante. Dalam dua musim 2015-2016 dan 2016-2017, sosok Kante sukses disorot menjadi salah satu pemain yang paling berpengaruh yang pernah ada dalam sejarah sepakbola Inggris dengan berhasil mengantarkan Leicester City dan juga Chelsea meraih gelar juara Premier League pada musim 2016 dan 2017. Selain itu, ia juga berperan penting dalam pertahanan Perancis yang berhasil meraih gelar juara Piala Dunia 2018 yang baru selesai di gelar tidak lama ini.

Sarri mengubah posisi Kante yang biasanya bermain sebagai gelandang bertahan menjadi gelandang yang lebih banyak membantu menyerang bagi Chelsea. Hasilnya, The Blues untuk sementara ini sukses memenangkan dua laga perdananya di Premier League yaitu menaklukkan tim tamu Huddersfield dengan skor 3-0 serta menang dengan skor 3-2 ketika menjamu Arsenal. Jorginho yang mengikuti Sarri dari Napoli untuk menuju ke Chelsea, kini menjadi jangkar di lini tengah Chelsea yang menggunakan formasi 3 gelandang.

Kante Kini Sedang Beradaptasi Dengan Permainan Yang Lebih Menyerang

Dengan terjadinya hal ini, banyak pihak publik yang bertanya tentang apa yang akan terjadi terhadap N’golo Kante, mengingat dirinya adalah pemain gelandang yang selalu fokus untuk membantu menjaga pertahanan sebelumnya dengan tekelnya yang selalu tepat pada waktunya serta cerdas dalam menempatkan posisinya. Ketika ditanyai, Kante malah berdalih jika dirinya sekarang bermain sebagai posisi gelandang menyerang dan berada di depan Jorginho. Ia sukses mencatatkan namanya di papan skor ketika CHelsea menghadapi Huddersfiled sekaligus menambahkan golnya yang ketiga bagi The Blues dalam 2 tahun terakhir.

Selain itu, ia juga lebih sering terlihat berada di kotak pinalti lawan untuk membantu serangan timnya, begitu juga ketika timnya berhadapan dengan Arsenal di laga terakhir dan berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Chelsea. “Saya bermain sedikit lebih ke depan,” ujar Kante dikutip dari media sportskeeda.com pada tanggal 20 agustus 2018. “Saya mencoba untuk mencari striker agar bisa tampil lebih ofensif dan menimbulkan masalah bagi kubu lawan. Saya harus bisa beradaptasi dalam peran ini,” tutupnya.

Kante Kini Sedang Beradaptasi Dengan Permainan Yang Lebih Menyerang

Chelsea untuk sementara ini sedang berada di peringkat 3 klasemen dengan raihan enam poin bersama dengan Manchester City, Liverpool, Watford, Tottenham Hotspur dan juga Bournemouth. Dan pada laga berikutnya The Blues akan berkunjung ke St James Park untuk mengahadapi lawannya Newcastle United pada tanggal 26 Agustus 2018.

Artikel Lainnya: Diego Simeone Adalah Alasan Gelson Martins Ke Atletico Madrid

Pintu Keluar Bagi Antonio Conte Sudah Terbuka Makin Lebar

Pintu Keluar Bagi Antonio Conte Sudah Terbuka Makin Lebar

Pintu Keluar Bagi Antonio Conte Sudah Terbuka Makin Lebar: Dalam beberapa musim belakangan pelatih pelatih Chelsea seperti tidak dihargai oleh klub, karena tidak ada trofi yang mampir ke Stamford Bridge dalam musim tersebut dan turnnya performa tim. Jika pembaca artikel ini merupakan Fans setia dari “The Blues” Julukan untuk Chelsea, pasti semua mengenal ssosok dari seorang Roberto Di Matteo. Pria yang lahir di Switzerland pada 29 May 1970, bisa dikatakan pelatih yang dibuang secara “tidak terhormat” oleh Roman Abramovich.

Awalnya pria yang membela timnas Italia (semasa karier sepak bola profesionalnya) tersebut mengantikan posisi dari André Villas-Boas yang di pecat oleh manajemen Chelsea, karena performa Chelsea yang tidak mampu bersaing memperebutkan juara EPL pada musim 2011-2012. Sejak pemecatan dari pria yang lahir di Porto Portugal 17 Oktober 1977, Di Matteo pun di angkat menjadi pelatih sementara untuk mencari mencari pelatih yang berkelas pada saat itu. Chelsea yang tidak dapat mendapat satu pelatih berkelas akhirnya mengangkat dirinya untuk melatih Chelsea hingga akhir musim. (Pintu Keluar Bagi Antonio Conte Sudah Terbuka Makin Lebar)

Pengangkatan dirinya terjadi pada tanggal 4 Maret 2012, semenjak itu pria yang berumur 47 tahun resmi menjadi pelatih tim kota London tersebut, dan selama dirinya meduduki kursi panas tersebut dia berhasil menang di bebrapa laga penting. dengan formasi 4-2-3-1, mantan pemain Lazio (1993-1996) berhasil konsisten dengan kemenangan. Terutama di Liga Champions yang saat itu Andrea Villas Boas Berhasil membawa Chelsea ke perempatan final. Setelah di tinggal Boas, Matteo pun melanjutkan misi dari Roman Abramovich, yang sangat ingin mendapatkan gelar “Sikuping lebar”tersebut.

Di perempatan final mereka bertemu dengan Benfica, dengan formasi andalannya Chelsea berhasil menang dengan total Agg 3-1. Yang artinya mereka melaju ke semi final pada saat itu. di semifinal tim inggris ini bertemu dengan wakil dari Spanyol Barcelona. Leg pertama yang dimainkan oleh Chelsea di kandang pada tanggal 18 april 2012, mereka dapat memberikan perlawanan dan berakhir dengan skor 1-0. Enam hari berselang tepatnya pada 24 April 2012, mereka harus melakukan laga tandang ke Camp Nou dalam laga kali ini dengan taktik dan permainan yang bagus mereka dapat mengimbangi permainan dari sang tuan rumah hingga akhir pertandingan mereka berhasil membuat laga menjadi 2-2. (Pintu Keluar Bagi Antonio Conte Sudah Terbuka Makin Lebar)

Di laga ini Chelsea layak masuk karena menang 1 gol dan memastikan diti masuk ke final UCL pada tahun tersebut. Difinal lawan anak-anak London bukan lawan sembarangan, karena mereka harus bertemu dengan Bayern Munchen. Pada laga tersebut anak Asuh Di Matteo menang di babak pinalty dengan skor 4-5 dan layak mengangkat “si kuping lebar” untuk pertama kalinya dan di tahun itu juga Di Matteo berhasil memberikan gelar FA Cup setelah berhasil menggalahkan Liverppol dengan skor 2-1 di Wembley.

Setelah mendapat gelar tersebut akhirnya manajemen memperpanjang kontrak pelatih tersebut, namun naas karier kepelatihannya harus di putus oleh Chelsea akibat performa kurang konsisten pada musim 2012/2013. Pemecatan dirinya terjadi pada tanggal 20 November 2012, setelah kalah dari Juventus dalam lanjutan babak grup Liga Champions 2012/2013. Melihat kesuksesan Di Matteo yang memberikan trofi Liga Champions pertama untuk Chlesea bisa di pecat, apalagi dengan dengan Antonio Conte yang baru memberikan 1 gelar liga EPL ditahun 2016/2017. (Pintu Keluar Bagi Antonio Conte Sudah Terbuka Makin Lebar)

Kemungkinan pintu keluar dari Stamford Bridge kembali terbuka lebar setelah melihat performa timnya musim ini yang selalu kalah dan tidak konsisten di setiap laganya. yang paling baru tim kota London biru tersebut harus kalah dari, Watford yang berada di posisi ke 11 klasemen sementara dengan skor yang cukup mencolok (4-1). Laga tersebut dimainkan pada 06 Februari 2018. Mungkin taruhan dari Conte ada di Laga melawan Barceloan dalam lanjutan Liga Champions yang memasuki babak 16 besar. Jika Chelsea kembali menuai hasil kekalahan bukan tidak mungkin nama Conte akan masuk dalam sejarah Chelsea yang menginggalkan kursi kepelatihan sebelum masa bakti berakhir.

Artikel Lainnya: Ronaldo Diminta Untuk Memilih Tim Oleh Pihak Madrid