Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala: Manajer atau pelatih merupakan sosok terpenting dalam dunia sepak bola. Manajerlah yang mengatur taktik dan pemain mana yang akan diturunkan dalam menghadapi lawan. Tak sedikit pelatih yang dipecat seusai membawa klubnya memenangkan salah satu piala dimusim sebelumnya. Berikut nama pelatih yang dipecat sesudah memberikan piala untuk Klubnya:

– Claudio Ranieri

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala - Claudio Ranieri
Siapa yang tidak mengenal pelatih yang lahir pada 20 Oktober 1951 ini? Pria italia ini sukses membawa beberapa klub memenangkan gelar juara di liganya masing masing hingga sampai membawa memenangkan klub paling bergengsi di benua biru. Pelatih inilah yang membawa Fiorentina juara Seri B dan kembali berlaga di Seri A Italia pada tahun 1993-1994, Setelah kembali ke Seri A ditahun 1995-1996 dia berhasil membawa timnya ini memenangkan Coppa Italia 1995-1996 dan Supercopa Italia ditahun 1996. Dan ditahun 1997 diapun memutuskan meninggalkan tim yang berjuluk Viola ini dan melatih tim Spanyol. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

Pelatih ini juga pernah menukangi Valencia 2 periode yaitu di tahun 1997-1999 dan 2004-2005 di periode pertamanya pria yang berumur 65 tahun ini berhasil membawa “Els taronja” mengangkat piala Copa del Rey di tahun 1998-99 dan UEFA Intertoto Cup ditahun 1998 memasuki periode keduanya pria yang pernah membela Roma semasa masih menjadi pemain berhasil memberikan piala UEFA Super Cup ditahun 2004. Pemecetan Claudio Ranieri ini sendiri akibat tersingkirnya Valencia dari Piala UEFA. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

Pelatih ini juga sukses mengantarkan tim kasta kedua liga Inggris promosi ke Premier League dan membawa tim ini langsung memenangkan gelar Premier League di tahun 2015-2016. Namun, Leicester City memecat pelatih ini pada kamis 23/2 malam, akbita buruknya performa dari The foxes. Hingga kini pelatih ini belum memiliki tim baru untuk dilatih. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

– Carlo Ancelotti

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala - Carlo Ancelotti
Pria yang berhasil membawa Ac milan menjuari berbagai gelar ini pun termasuk dalam pelatih yang dipecat setelah mengangkat trofi di musim sebelumnya. Pemecatan Dirinya pertama kali dia dapatkan saat melatih Chelsea pada saat itu Don Carlo diberikan kontrak 3 musim. Dimusim pertama pria berdarah Italia ini berhasil membawa Chelsea memenangkan Piala Community Shield 2009 dan memenangkan dua gelar sekaligus yaitu Liga Utama Inggris dan Piala FA ditahun yang sama. Namun, di tahun kedua akibat turun performa Chelsea dan kalah dari Everton pelatih ini pun akhirnya mendapat surat pemecatan pada Mei 2011. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

Nasib yang sama saat dia menukangi Real Madrid pelatih yang saat itu memberikan gelar liga Champions ke 10 untuk Real Madrid, Namun kegagalan dalam musim keduanya membuat Florentino Perez mengeluarkan surat pemecatan. Seletah di pecat oleh Madrid Dia pun melatih tim German Bayern Munchen dan dia juga mendapat nasib yang sama. Setelah membawa Munchen menjuarai Bundesliga di tahun perdananya pelatih ini mendapat surat pemecatan di tahun kedua. Dengan alasan gagal membawa Munchen ke jalur juara dan kalah telk dari PSG 3 – 0.

– Roberto Di Matteo

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala - Roberto Di Matteo
Jika anda pendukung dari Chelsea maka anda pasti mengenal sosok ini. Sebelum di angkat menjadi pelatih pria berdarah Italia ini merupakan assisten dari André Villas-Boas. Pemecatan AVB, berimbas pada pengangkatannya menjadi Pelatih Chelsea di tahun 2011-2012. Setelah di angkat menjadi pelatih, pria berkepala botak ini berhasil memberikan 1 gelar Piala FA dan 1 Piala Liga Champions ditahun 2011-2012. Memasuki musim keduanya pria yang lahir di Swiss ini medapat kejutan dari Roman Abramovich berupa surat pemecatan dirinya pada tanggal 21 November 2012, setelah hanya berhasil menang 2 kali dari 8 pertandingan yang telah dia mainkan bersama Chelsea. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996

Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996

Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996: Pada kesempatan kali ini, kita akan memberikan informasi mengenai pemain termahal dunia yang pernah membuat sejarah dalam penjualannya. Kami akan berikan daftar pemain yang pernah masuk sebagai pemain termahal dunia dari tahun 1990-1996. Di tahun 1990 ada nama Roberto Baggio dapat bermain sebagai pemain tengah serang atau yang kita kenal sebagai gelandang serang, striker bayangan dan Playmaker (Pengatur Serangan). Awal klub legenda Timnas Italia ini adalah bermain di Vicenza di tahun 1982-1985.

Selama bermain disini, pemain kelahiran Caldogno Italia ini diturunkan oleh tim sebanyak 36 kali dan mencetak 13 gol. Fiorentina yang tertarik dengan pemain ini pun mengontrak pemain ini dari 1985-1990. Pemain inipun resmi menggunakan seragam Fiorentina dan tampil sebanyak 94 kali serta mencetak sebanyak 39 gol. Klub berjulukan Nyonya Tua (Juventus) sangat ingin menggunakan jasa pemain yang lahir pada 18 Februari 1967 ini. Juventus pun akhirnya berani membayar 8 juta pounds untuk memboyong pemain ini keluar dari Stadio Artemio Franchi kandang dari Fiorentina yang membuat pemain ini mengalahkan Ruud Gullit yang dibeli oleh AC Milan dari PSV dengan harga 6 juta Pounds ditahun 1987. (Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996)

Selama menggunakan jersey Juventus (1990-1995) pemain ini tampil sebanyak 141 kali dan mencetak 78 gol. Selama berkarier di dunia sepakbola profesionalnya, pemain ini sudah bermain sebanyak 488 kali penampilan dan mencetak 218 gol. Sedangkan bersama Timnas, pemain ini sudah bermain sebanyak 56 kali dan mencetak 27 gol. Roberto Baggio juga pernah mendapatkan titel Pemain Terbaik FIFA di tahun 1993. Hasil terbaik pemain ini di kancah internasional adalah pada saat berhasil membawa Italia menjadi juara-2 pada Piala Dunia tahun 1994. (Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996)

Kemudian pada tahun 1992, ada tiga kali klub Italia membuat rekor pembelian pemain. Yang pertama adalah pembelian Jean-Pierre Papin, dari Marseile ke AC Milan dengan harga 10 juta pounds. Mantan pemain Timnas Prancis ini selama berseragam Marseile bermain di posisi penyerang dan bermain sebanyak 215 penampilan serta mencetak 134 gol. Kemudian setelah masuk ke San Siro, ia hanya dimainkan sebanyak 40 kali dari tahun 1992-1994 dengan mencetak 18 gol. (Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996)

Pembelian kedua adalah Gianluca Vialli dari Sampdoria ke Juventus, pemain ini ditebus dengan harga 12 Juta Pounds. Selama membela Juventus pemain ini hanya mencetak 38 gol dari 102 pertandingan (1992-1996). Klub ketiga yang memecahkan rekor pembelian pemain termahal dunia adalah AC Milan. Pemain yang dibelinya adalah Gianluca Lentini dari Torino sebesar 13 juta pounds. Selama berseragam Milan dari tahun 1992-1996, pemain ini bermain sebanyak 60 kali penampilan dan mencetak 13 gol. (Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996)

Selang 4 tahun kemudian tepatnya ditahun 1996 Barcelona dan Newcastle memecahkan rekor pembelian pemain termahal dunia. Yang pertama adalah Ronaldo (Brazil) dibeli dari PSV Eindhoven dengan nilai 13,2 juta Pounds. Selama berseragam Barcelona pemain ini tidak menyia-nyiakan titel yang dia dapatkan sebagai pemain termahal dunia. Selama berseragam Barcelona (1996-1997) pemain ini mencetak 34 gol dari 37 pertandingan. Setelah Barcelona memecahkan rekor pemain termahal dunia Newcastle kembali memecahkan rekor ini ditahun yang sama dengan harga 15 juta pounds dengan membeli Alan Shearer dari Blackburn Rovers. Selama membela Newcastle dari tahun 1996-2006 pemain ini mencetak 148 gol dari 303 penampilannya. (Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996)

Baca Juga: Klopp Di Mata Chamberlain Adalah Pelatih Yang Spesial

3 Alasan Leonardo Bonucci Di Jual Ke Ac Milan - btofaq

3 Alasan Leonardo Bonucci Di Jual Ke Ac Milan

3 Alasan Leonardo Bonucci Di Jual Ke Ac Milan: Dalam bursa tranfer musim panas ini, Ac Milan terus melakukan pembelanjaan pemain. Pemilik klub Yonghong Li ini sudah resmi mendapatkan jasa Bonucci dari rival mereka di Serie-A yaitu Juventus. Dengan mendatangkan Bonucci ini merupakan pembelian yang ke-8 Ac Milan pada bursa tranfer musim panas ini. Melalui laman resmi klub, Ac Milan secara resmi mengumumkan telah mendapatkan tanda tangan dari Bonucci yang berdurasi lima tahun kedepan. Ac Milan juga menyebutkan nilai tranfer untuk Bonucci yaitu 42 juta Euro yang bisa di bayarkan selama tiga tahun dan di tambahkan dengan bek sayap Mattia De Sciglio. Nilai tersebut terbilang cukup murah dengan kualitas seperti Leonardo Bonucci. Bersama Ac Milan, Bonucci mendapatkan gaji sebesar 8 juta Euro per tahun dan dengan bonus 2 Juta Euro.

3 Alasan Leonardo Bonucci Di Jual Ke Ac Milan - btofaq
3 Alasan Leonardo Bonucci Di Jual Ke Ac Milan
Dengan nilai tersebut saat ini bonucci menjadi pemain bergaji termahal di Serie-A dengan mengalahkan Gonzalo Higuain. Kepindahan Bonucci ke Milan memang terbilang cukup mengejutkan. Bersama dengan Juventus, Bonucci terbilang cukup sukses dengan mampu membawa juventus ke final liga Champions dan mampu meraih gelar juara Serie-A dan juga Coppa Italia. Padahal banyak klub-klub besar Eropa yang ingin mendapatkan jasa bek asal Italia ini, tetapi Juventus menjualnya kepada rivalnya di Serie – A yaitu Ac Milan. Ada tiga alasan yang membuat Juventus memilih untuk menjual Bonucci ke Ac Milan.
3 Alasan Leonardo Bonucci Di Jual Ke Ac Milan
1. Hubungan dengan Allegri Merenggang
Diperkirakan hubungan Bonucci dengan pelatih Juventus Massimiliano Allegri telah merenggang sejak Februari lalu. Bonucci dan Allegri sempat beradu pendapat pada saat itu ketika Juventus mengalahkan Palermo 4-1. Pada saat itu Bonucci tetangkap kamera telah mengucapkan kata kata kasar dan langsung keluar menuju ruang ganti tanpa memberikan penghormatan kepada suporter. Atas ulahnya tersebut Allegri menghukum Bonucci dengan tidak memainkannya pada leg pertama 16 besar Liga Champions ketika Juventus bertemu dengan FC Porto. Setelah kejadian tersebut hubungan keduanya memang menjadi merenggang.
3 Alasan Leonardo Bonucci Di Jual Ke Ac Milan
2. Penyebab Kekalahan di Final Liga Champions
Pada laga final Liga Champions Juventus harus menelan kekalahan telak 4-1 atas Real Madrid. Pada babak pertama Juventus bermain imbang 1-1, Namun pada babak kedua Juventus menjadi tampil buruk dan menjadi kalah. Menurut La Stampa salah satu penyebab menurunnya performa Juventus pada babak kedua karena pada saat di ruang ganti Bonucci dan Alves terlibat perselisihan dengan Paulo Dybala dan Andrea Barzagli. Hal tersebut yang kemungkinan membuat Alves dan Bonucci keluar dari klub. Sebelumnya Daniel Alves di keluarkan dari klub dengan status Free Agent padahal kontrak Alves masih menyisakan satu musim lagi.
3 Alasan Leonardo Bonucci Di Jual Ke Ac Milan
3. Istri Bonucci hanya ingin tinggal di Italia
Juventus sebenarnya bisa saja mendapatkan uang lebih banyak jika bisa menjualnya keluar negri. Selain diminati Ac Milan, pemain berusia 30 tahun ini juga di minati klub kaya Eropa diantaranya Barcelona, Manchester City dan Chelsea. Namun Juventus hanya bisa menjual Bonucci ke Ac Milan karena hanya Ac Milan salah satu klub yang berasal dari Italia. Dikabarkan istri dari Bonucci menolak jika mereka harus pergi meninggalkan Italia. Istri Bonucci memilih untuk tetap tinggal di Italia.
3 Alasan Leonardo Bonucci Di Jual Ke Ac Milan