Sanchez Dikabarkan Akan Ke Manchester City Minggu Ini

Sanchez Dikabarkan Akan Ke Manchester City Minggu Ini

Sanchez Dikabarkan Akan Ke Manchester City Minggu Ini: Rumor kepindahan penyerang asal Chile yang dimiliki oleh Arsenal kian terdegar di awal bursa transfer musim dingin ini. Rumor bahwa pemain tersebut tidak ingin berseragam “Tim Gudang Peluru” sudah beredar dari awal musim kompetisi sebelum di mulai. Antara Arsenal dan Sanchez sendiri tidak menemui kata deal untuk kontrak baru. Dengan masalah gaji yang diminta oleh Sanchez yang tidak dapat dipenuhi oleh tim. Namun ada berita yang menyebutkan pemain depan asal Chile tersebut baru akan memperpanjang kontraknya di akhir musim, dengan syarat bahwa tim asal kota London ini harus masuk ke posisi 4 besar yang artinya harus masuk ke Liga Champion musim 2018/2019.

Pada awal musim 2017/2018 PSG secara terang-terangan menyatakan keseriuannya untuk mendatangkan pemain berusia 29 tahun ini ke Parc Des Princes. Mantan penyerang Barcelona tersebut dalam kontrak barunya Arsenal akan memberikan gaji kepada dirinya sebesar 200 ribu pound atau setara dengan 3,3 Miliar rupiah Perpekan. Namun pemain tersebut menolak dan meminta bayaran sebesar 300 ribu pound (4,9 M) per pekan. Hal tersebut yang tidak dapat dipenuhi oleh Arsenal. Kebuntuan ini yang membuat kedua belah pihak tidak mencapai kata sepakat (Deal). Kontraknya akan habis pada akhir musim ini. (Sanchez Dikabarkan Akan Ke Manchester City Minggu Ini)

Jika Arsenal tidak mau melepaskan Sanchez, maka mereka harus merelakannya dibeli oleh Barcelona Dengan Harga 38 Juta Pound atau klub harus menjualnya pada bursa transfer akhir musim ini. Selain Psg yang menyatakan ketertarikan untuk mendatangkan mantan penyerang Barcelona tersebut, tim Inggris lainnya yang menyatakan ketertarikan untuk mendatangkan pria yang lahir pada 19 Desember 1988 ini adalah Manchester City. Ketertarikan Manchester City terhadap Sanchez sudah dinyatakan sejak awal musim.

Pelatih Manchester City yang juga mantan pelatih Sanchez di Barcelona, telah mempersiapkan dirinya untuk mengantikan penyerang asal Brazilnya Gabriel Jesus yang akan menepi hingga satu bulan ke depan. Cedera Jesus ini didapatkan pada jadwal pada akhir bulan Desember ketika City bertandang ke kadang Crystal Palace. Cedera yang di alami oleh pemain berusia 20 tahun adalah medial Collateral Ligamen yang harus menepi dari lapangan hijau selama 1 bulan. Jadwal yang padat yang di dapatkan oleh Manchester City membuat mereka tidak dapat mengandalkan satu penyerang mereka yaitu Aguero. (Sanchez Dikabarkan Akan Ke Manchester City Minggu Ini)

Maka, pada bursa transfer musim dingin membuat Pep memburu penyerang yang di yakini dapat membantu memback Up Jesus yang sedang cedera. Nama yang di incar adalah Sanchez. Selain tajam di lini depan Pep meyakini kerja sama yang pernah mereka jalani akan membuat dirinya lebih gampang untuk melakukan taktik permainan yang ia inginkan. Tidak bertepuk sebelah tangan mungkin kata yang cocok di gambarkan untuk Manchester City. Karena dari pemberitaan salah satu berita sepak bola menyatakan kedua tim akan mencapai kata deal di awal pekan.

Arsenal harus melepas mesin golnya dalam bursa transfer bulan ini, karena jika terus di pertahankan maka tim ini yang akan mengalami kerugian dari hasil pembelian Sanchez. Keinginan keras pemain ini untuk pindah tidak bisa di tahan lagi karena terus menurunnya performa tim dari awal dia menginjakan kaki di Emirates Stadium. Harga dari Sanchez sendiri jika dilihat dari salah satu website jual beli pemain adalah sebesar 63 juta pound. (Sanchez Dikabarkan Akan Ke Manchester City Minggu Ini)

Artikel Lainnya: Pemain Yang Wajib Juventus Beli Di Bursa Transfer Januari 2018

Pemain Yang Wajib Juventus Beli Di Bursa Transfer Januari 2018

Pemain Yang Wajib Juventus Beli Di Bursa Transfer Januari 2018

Pemain Yang Wajib Juventus Beli Di Bursa Transfer Januari 2018: Juara liga Seri A 5 kali berturut turut musim ini dengan awal yang kurang memuaskan. Bahkan tim kota turin ini harus tercecer di klasemen sementara untuk musim ini. Melihat, hal ini banyak pengamat bola mengatakan bahwa tim yang pernah terdegradasi dari kompetisi tertinggi liga Italia ini harus memberi beberapa pemain, agar dapat mempertahankan gelar Seri A dan untuk memperoleh gelar yang mereka idam idamkan yaitu Liga Champions.

Juventus sendiri sudah dua kali masuk ke Final Liga Champions, namun tidak satu final pun dapat mereka menangkan. Tim kota Turin ini dua kali di final di kalahkan oleh tim dari Spanyol yaitu Real Madrid dan Barcelona. Hal ini akan menjadi “kode” keras jika Juventus memang membutukan pemain bintang agar skuatnya dapat berbicara di tingkat Eropa. Beberapa pemain ini yang mungkin akan membuat Juventus dapat berbicara di kompetisi Eropa:

– Alexis Sanchez
Ketajaman penyerang Chile ini sudah tidak usah di ragukan lagi. Kontrak Sanchez akan berakhir di musim depan bersama Arsenal. Harga gaji dan tidak pernah mendapat gelar dikompetisi lokal maupun Eropa itu menjadi alasan dari mantan penyerang Barcelona ini tidak ingin memperpanjang masa baktinya kepada Arsenal. Jika serius kemungkinan Juventus akan mendapatkan jasa dari pemain ini, pasalnya Arsenal sudah memgeluarkan pernyataan bahwa jika para pemain bintangnya ingin angkat kami meninggalkan tim Arsenal, maka kami akan menjual mereka keluar dari Inggris. Kedatangan Sanchez akan mengganggu Douglas Costa, yang baru di beli dari Munchen. Pasalnya pemain ini baru mencetak 1 gol dan 4 assist dari 20 pertandingan yang telah dilakoni bersama Juventus. (Pemain Yang Wajib Juventus Beli Di Bursa Transfer Januari 2018)

– Kepa Arrizabalaga
Juventus harus cepat mendatangkan kiper kelas dunia untuk mengantikan Buffon yang mungkin tidak akan bermain lagi dimusim depan. Bidikan yang cocok untuk mengantikan kiper yang sudah memasuki kepala empat dimusim depan adalah kiper Spanyol timnas Senior dan timnas U21 dari negara Matadoro (Spanyol). Kepa Arrizabalaga sendiri saat ini masih terikat kontrak dengan Athletic Bilbao sampai dengan 30 Juni 2018. Juventus harus mengeluarkan kocek sekitar 7.20 juta pound.

– Pierre-Emerick Aubameyang
“Vecchia Signora” saat ini memang memiliki beberapa penyarang murni yang dapat diandalkan, salah satunya Higuan yang awal musim sudah dapat menciptakan 9 gol, namun ketajaman nya ini sudah menurun dari 5 laga terakhir yang dimainkan oleh juventus Mantan pemain Real Madrid ini baru dapat mencetak 1 gol saja. Dilihat dari usia dari penyerang dari Juventus rata rata semua pemain sudah hampir masuk ke kepala tiga kecuali Dybala. Pemilik dari tim Pierre-Emerick Aubameyang juga sudah membuka suara bahwa penyerang andalan mereka ini akan di lepas di harga 70 juta pounds. (Pemain Yang Wajib Juventus Beli Di Bursa Transfer Januari 2018)

– Angel Di Maria
Pria yang bermain di posisi gelandang ini sudah tidak usah diragukan lagi. Pernah membela Real Madrid, Manchester United, dan sekarang PSG. Mungkin permainan dari Angel Di Maria dapat membantu Juventus mendapatkan gelar Liga Champions. Pemain ini dikabarkan saat ini sangat jenuh dengan keadaan PSG yang belum pernah meraih Liga Champions. Mungkin Juventus dapat menggoda pemain ini, karena mereka sudah dua kali masuk ke Final.

Ramos Menjadi Pengoleksi Kartu Merah Terbanyak Di La Liga

Ramos Menjadi Pengoleksi Kartu Merah Terbanyak Di La Liga

Ramos Menjadi Pengoleksi Kartu Merah Terbanyak Di La Liga: Bek andalan dan sekaligus kapten Real Madrid, Sergio Ramos telah mencatat rekor dengan menjadi pemain yang mengoleksi kartu merah terbanyak dalam sejarah di La Liga. Dalam laga melawan tuan rumah Athletic Bilbao tadi malam, Ramos kembali mendapatkan kartu merah usai mendapatkan dua kartu kuning. Pada menit ke-86, Ramos di keluarkan karena menyikut Aritz Aduriz. Pada pertandingan yang berlangsung di Estadio San Mamés markas dari Bilbao, Madrid harus puas dengan hasil 0-0. Dengan hasil seri tersebut, Madrid juga gagal untuk memangkas jarak ketertinggalan poin dari pemuncak klasemen, Barcelona.

Padahal Barcelona sendiri sebelumnya juga ditahan imbang oleh Celta Vigo 2-2. Seperti yang dilansir Opta, ini merupakan kartu merah yang ke 19 yang sudah diterima Ramos di La Liga. Kartu merah yang diterimanya ketika bertemu Atletico Bilbao merupakan yang kedua kalinya dalam musim ini. Dengan torehan kartu merah yang ke 19 membuat Ramos menjadi pencetak rekor terbanyak setelah mengalahkan catatan dari Pablo Alfaro dan Xavi Aguado. (Ramos Menjadi Pengoleksi Kartu Merah Terbanyak Di La Liga)

Padahal pada laga tersebut merupakan laga comeback untuk Ramos karena baru pulih dari patah tulang hidung yang di dapatkannya pada dua pekan lalu ketika mereka bertemu Atletico Madrid. Di pertandingan melawan Bilbao, Ramos juga tampil menggunakan pelindung wajah. Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane juga mengaku pasrah dengan kartu merah yang diterima oleh bek andalannya. “Ramos memang merasa tidak senang karena dia merasa jika pelanggarannya tersebut tidak layak untuk diberikan kartu merah. Namun itu merupakan keputusan wasit jadi kami hargai itu dan kami juga tidak bisa mengubahnya,” ucap Zidane. (Ramos Menjadi Pengoleksi Kartu Merah Terbanyak Di La Liga)

Padahal pekan depan Real Madrid harus menghadapi Sevilla, jadi Ramos harus absen dalam pertandingan tersebut. Selain Ramos yang akan absen dalam pertandingan pekan depan, juga ada Casemiro dan Dani Carvajal yang bakal absen karena sudah mengoleksi lima kartu kuning dalam musim ini. Selain mengomentari tentang kartu merah yang di terima oleh Ramos, Zidane juga mengomentari hasil yang mereka dapat pada pertandingan tersebut. Zidane menyatakan jika dirinya sangat kasihan dengan para pemainnya karena mereka hanya bisa bermain imbang tanpa gol pada pertandingan tersebut. (Ramos Menjadi Pengoleksi Kartu Merah Terbanyak Di La Liga)

Zidane mengakui jika anak asuhannya sudah bermain dengan sangat bagus namun hanya gagal untuk memanfaatkan peluang emas. “Saya sebenarnya sangat senang dengan penampilan kami, namun saya juga merasa kecewa karena mereka gagal untuk mencetak gol. Saya juga sangat kecewa karena saya rasa para pemain sudah memberikan segalanya. Kami seharusnya layak untuk mendapatkan hasil yang lebih baik namun kami gagal untuk mencetak gol yang membuat kami harus gagal untuk mendapatkan tiga poin,” ujar Zidane. (Ramos Menjadi Pengoleksi Kartu Merah Terbanyak Di La Liga)

“Saya rasa pekerjaan saya selanjutnya yaitu tetap memastikan mereka agar tetap positif dan terus bermain dengan bagus maka gol akan datang. Saya tidak merasa takut namun saya merasa kecewa untuk para pemain saya karena mereka juga sudah berusaha keras,” sambung Zidane. Pada pertandingan tersebut Madrid memang mendapatkan banyak peluang seperti dari Benzema yang hanya bisa membentur tiang gawang sedangkan tendangan dari Cristiano Ronaldo juga masih dapat ditahan oleh kiper Atletico Bilbao. Madrid juga sangat mendominasi pertandingan dengan Ball Possession 65%-35%.

Baca Juga: Lima Alasan Madrid Untuk Bisa Juara Liga Champions Musim Ini

Lima Alasan Madrid Untuk Bisa Juara Liga Champions Musim Ini

Lima Alasan Madrid Untuk Bisa Juara Liga Champions Musim Ini

Lima Alasan Madrid Untuk Bisa Juara Liga Champions Musim Ini: Penampilan Real Madrid pada musim ini, memang sedang kurang bagus jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya. Jadi, sangat wajar jika orang orang akan memprediksi mereka tidak akan mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions mereka. Namun, memang masih terlalu dini jika kita mencoret peluang mereka di kompetisi Eropa. Dalam sejarah, Madrid juga sudah beberapa kali pernah bisa membalikkan keadaan. Berikut ini lima alasan yang bisa membuat Los Blancos kembali meraih juara Liga Champions.

1. Karakter dan Mental Juara
Dalam sepak bola tidak hanya mengandalkan skill dan taktik, namun semangat tim dan karakter individu sangat berperan penting dalam kesuksesan sebuah tim. Real Madrid merupakan salah satu klub yang selalu mengatakan ‘never say die’ dan selalu bisa tampil dengan mati-matian walaupun di menit-menit akhir. Ketika di Final Liga Champions 2014 saat melawan Atletico Madrid, mereka bisa menyeimbangkan skor dengan sundulan pada menit-menit akhir melalui Sergio Ramos dan akhirnya berhasil menang dengan skor 4-1 pada perpanjangan waktu. (Lima Alasan Madrid Untuk Bisa Juara Liga Champions Musim Ini)

2. Punya salah satu lini tengah terbaik di Eropa
Real Madrid memang sedang dalam masalah saat ini namun dalam lini tengah permainan mereka masih konsisten dan Real Madrid merupakan salah satu tim yang memiliki lini tengah terbaik di Eropa. Nama-nama pemain seperti Luka Modric, Toni Kroos dan Casemiro merupakan andalan mereka dalam lini tengah mereka. Modric dan Kroos juga baru-baru ini masuk dalam skuad FIFA FIFPro World XI. Mereka bertiga sangat bagus untuk mengatur permainan di lini tengah sekaligus mereka sangat mematikan ketika melakukan serangan balik. (Lima Alasan Madrid Untuk Bisa Juara Liga Champions Musim Ini)

3. Taktik jitu dari Zinedine Zidane
Banyak manager yang ingin memenangkan Liga Champions dan bisa sekali saja menjuarai Liga Champions seperti mimpi bagi mereka. Namun Zidane sudah bisa membuktikan dengan dua kali menjuarai dalam dua musim pertamanya secara beruntun. Zidane juga sudah tahu bagaimana cara memenangkan trofi karena sudah banyak trofi yang dia hasilkan dalam dua tahun ini. Zidane tidak takut untuk merotasi pemain dan susunan pemainnya dan bisa juga memberikan kesempatan untuk pemain mudanya. Zidane bisa mengembangkan para pemainnya untuk menjadi pemain pelapisnya nanti jika di butuhkan. (Lima Alasan Madrid Untuk Bisa Juara Liga Champions Musim Ini)

4. Kekuatan di bangku cadangan Madrid
Zidane bisa membuat penekanan khusus dan juga mengembangkan para pemain mudanya sehingga mereka bisa langsung membuat kontribusi ketika mereka di panggil untuk membantu skuat utama. Dua pemain seperti Asensio dan Isco juga sudah merupakan pemain reguler Madrid. Saat ini masih ada nama seperti Lucas Vazquez, Mateo Kovacic yang masih dalam binaan Zidane. Jika Bale sudah pulih dari cedera akan merupakan dorongan yang bagus untuk penampilan Madrid nantinya. (Lima Alasan Madrid Untuk Bisa Juara Liga Champions Musim Ini)

5. Kehadiran Cristiano Ronaldo
Pemain dari Portugal ini merupakan salah satu pemain hebat dalam dunia sepakbola. Bagi seorang pemain hebat, ini merupakan tanggung jawab mereka bisa membawa klubnya untuk meraih gelar juara Liga Champions. Ronaldo memang bermain kurang baik di musim ini karena baru mencetak 1 gol dalam 7 pertandingan di La Liga. Namun tidak buruk jika di Liga Champions, Ronaldo sudah mencetak 6 gol dalam 4 pertandingannya. Bintang Madrid ini juga mencetak rekor dengan menjadi pemain pencetak gol terbanyak di Liga Champions dengan 111 gol.

Baca Juga: Antonio Conte Merasa Puas Dengan Performa Timnya

 

Antonio Conte Merasa Puas Dengan Performa Timnya

Antonio Conte Merasa Puas Dengan Performa Timnya

Antonio Conte Merasa Puas Dengan Performa Timnya: Pelatih Chelsea, Antonio Conte mengakui jika dirinya sangat puas dengan performa dari anak asuhannya dengan berhasil menang dari Manchester United di Stamford Bridge dengan skor 1-0. Sebelumnya The Blues sempat meraih hasil yang buruk ketika bertanding di Liga Champions ketika harus dipermalukan Roma dengan skor 0-3. Pada pertandingan melawan Man Utd mereka akhirnya bisa bangkit dan berhasil meraih kemenangan. Satu satu nya gol yang tercipta yaitu melalui sundulan kepala oleh Morata di menit ke-55 yang mampu membuat Chelsea kembali ke jalur kemenangan.

Chelsea juga sekaligus memperkecil ketertinggalan poin yang hanya menjadi 1 poin dengan setan merah. “Kami bermain dengan antusiasme yang tinggi dan kami juga memiliki energi yang besar untuk menang.” Ucap Conte pada Sportsmole. “Ini merupakan kemenangan yang sangat hebat bagi saya, pemain, klub dan bagi para fans kami yang sudah memberikan energi, gairah dan antusias untuk kami. Saya melihat bukan hanya dalam sisi taktik tapi kami bermain dengan gairah untuk menang dari para pemain dan itu bisa membuat kami menjadi positif.” (Antonio Conte Merasa Puas Dengan Performa Timnya)

“Mereka bermain dengan saling membantu dan bekerja dengan keras untuk bisa menang,” tambah Conte. “Bisa menang atas Manchester United itu sangat penting karena bisa membuat kami tetap percaya diri dan kami bisa berharap tetap tampil dengan permainan hebat ini. Kami sangat yakin jika kami inginkan sesuatu kami bisa mendapatkannya,” tutur Conte. Setelah pertandingan tersebut Conte juga memuji penampilan Alvara Morata dan mengatakan jika dirinya bisa lebih berkembang dari sekarang. (Antonio Conte Merasa Puas Dengan Performa Timnya)

Conte menilai jika Morata kedepannya akan bisa lebih memanfaatkan peluang terutama dalam kotak penalti lawan. “Tentu nya dia harus bisa bekerja lebih keras untuk menjadi pemain yang lebih hebat dari sekarang ini. Performa nya saat ini memang sedikit menurun di banding sebelum dia mendapatkan cedera yang tampil begitu luar biasa. Namun sekarang ini dia sudah bisa perlahan memperbaiki untuk kembali bermain bagus dan sudah terlihat peningkatan. Pada pertandingan melawan Man Utd, dia bisa melawan tiga bek MU yang memiliki fisik yang kuat,” tutur Conte. (Antonio Conte Merasa Puas Dengan Performa Timnya)

“Dia sudah membuktikan jika dia tidak kalah dan juga membuktikan jika dirinya punya fisik yang kuat juga. Jika memang saya menilai dari sisi negatif memang saya bisa menyalahkannya karena dia bisa mencetak gol lebih banyak lagi. Namun saya percaya dengan dirinya dan bisa maju selangkah demi selangkah untuk masa depannya yang lebih bagus.” Tambah Conte. Selain itu Conte juga memuji penampilan dari Manchester United dan menyebutkan jika mereka merupakan salah satu tim kuat untuk kandidat juara. (Antonio Conte Merasa Puas Dengan Performa Timnya)

“Kami sangat senang bisa menang atas Man Utd karena mereka merupakan tim kuat dan menjadi salah satu kandidat kuat untuk meraih juara di Premier League bersaing dengan Manchester City,” ucap Conte di metro. Gelandang Chelsea, Cesc Fabregas juga merasa bangga jika timnya berhasil mengalahkan setan merah. Pemain asal Spanyol ini menyatakan jika The Blues juga merupakan klub besar. “Skuat kami penuh dengan pemain yang hebat dan fantastis dan kami harus bisa memanfaatkan itu dengan baik. Kami bisa lebih menguasai bola dan menciptakan lebih banyak peluang dari Man Utd. Saya bangga berada disini karena kami adalah tim besar dan tetap akan seperti itu,” ucap Fabregas kepada Daily Mail.

Baca Juga: Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal

Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal

Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal

Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal: Dalam beberapa tahun belakangan ini, salah satu tim Inggris asal kota London melakukan pembelian pemain yang tidak masuk akal atau bisa dikatakan sebagai pembelian panik. Dalam beberapa tahun ini, mereka selalu salah dalam awal melakukan negosiasi untuk pemain incarannya, dan sering kali terlambat dalam urusan memberikan proposal kepada tim dari pemain yang di incarnya. Sangking terlambatnya, tim yang dimiliki oleh orang Rusia ini harus mendapatkan pemain yang seadanya. (Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal)

Dalam bursa transfer kali ini, pelatih Chelsea saat ini Antonio Conte juga “geram” dengan tingkah manajemen Chelsea yang terlalu lambat dalam bursa transfer yang mengakibatkan dirinya harus kehilangan sosok pemain yang diincarnya dalam bursa untuk memperkuat tim besutannya. Contohnya saja, pada bursa transfer musim panas ini, sosok yang diinginkan pelatih asal Italia untuk memperkuat lini tengah mereka adalah Ross Barkley yang bermain di Everton. Mantan pelatih asal Juventus ini sangat membutuhkan jasa dari pemain yang sudah cukup berpengalaman di lini tengah tersebut. Namun, akibat kerja yang lamban dari Direktur klub, The Blues hanya mampu mendapatkan Daniel Drinkwater dari Leicester City yang belum begitu banyak pengalamannya di lini tengah. (Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal)

Berikut ini adalah beberapa pemaing Chelsea yang dianggap sebagai pembelian panik:

– Michael Hector
Pemain kelahiran Inggris yang memilih untuk membela timnas Jamaika ini menurut kami adalah pembelian paling panik yang dilakukan oleh tim asal London Biru ini, dibeli dengan harga 5.4 juta Euro dari Reading, namun pemain ini tidak diturunkan sama sekali oleh Chelsea. Setelah di beli paa tanggal 1 September 2015 pemain ini langsung di pinjamkan ke mantan klubnya Reading pada tanggal 2 september 2015. Singkat cerita pemain ini tidak pernah dimainkan di Chelsea namun selalu dipinjam saat sudah dibeli dari Reading. Tim yang pernah meminjamkan pemain ini adalah E. Frankfurt dan Hull City. (Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal)

– Papy Djilobodji
Pamain asal Senegal yang berposisi sebagai center back ini juga menurut kami sebagai pembelian panik. Pada tahun 2015, Chelsea bukan ingin datangkan pemain Senegal ini melainkan ingin mendatangkan back asal Everton yang kali ini sudah menjadi pemain Manchester City yaitu John Stones. Pada saat itu Chelsea yang dilatih oleh Jose Mourinho, tidak dapat tanda tangan dari pemain ini melainkan mendapatkan tanda tangan dari pemain asal Senegal itu. Di beli dari FC Nantes pada tahun 1 september 2015 dengan harga 3.5juta Euro ini tidak mendapatkan jatah bermain melainkan di pinjamkan ke Liga German besama dengan Werder Bremen dengan harga pinjaman 400 ribu Euro. Dan resmi di jual oleh Chelsea pada 5 agustus 2016 ke Sunderland dengan harga 9.5 juta Euro. Namun setelah di Sunderland pemain ini juga di pinjamkan ke liga Prancis bersama Dijon pada tanggal 31 Agustus 2017 dan masa pinjaman nya akan berakhir pada tanggal 23 Juni 2018. (Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal)

– Radamel Falcao
Pemain panic lainnya adalah penyerang asal Kolombia yang lahir pada tahun 1986. Pemain ini didapatkan oleh Chelsea dari Manchester United. Kedatangan dari penyerang asal Kolombia ini membuat Chelsea dicap sebagai pemain yang tidak mampu mendantangkan pemain berkelas untuk merebut gelar juara, dalam pemindahannya ke Chelsea pemain ini mengalami cedera ACL yang harus menepih dari pinggir lapangan terlebih dahulu. Bersama dengan tim London Biru ini dia hanya mampu bermain sebanyak 10 kali dalam satu musim dan setelah itu memilih untuk kembali ke klub lamanya Manaco. (Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal)

Baca Juga: Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa

Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa

Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa

Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa: Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone menyatakan pujiannya untuk Lionel Messi setelah pertandingan Atletico Madrid melawan Barcelona di ajang La Liga. Simeone memberikan pujian kepada Messi atas penampilannya yang luar biasa walaupun Messi baru saja bermain untuk timnas nya dan seharusnya mengalami kelelahan. Pada pertandingan tersebut memang pemain asal Argentina ini tidak mencetak gol untuk klub nya namun Messi sering memberikan ancaman untuk Atletico dan Messi juga berperan dalam terciptanya gol Suarez di menit menit akhir.

Sebelum pertandingan ini, Messi memang harus tampil habis-habisan bersama dengan timnas Argentina untuk membantu mereka untuk bisa lolos ke piala dunia 2018. Dalam laga hidup mati ketika melawan Ekuador tersebut, Messi juga memborong semua gol yang tercipta dengan mencetak Hattrick untuk Argentina. Performa luar biasa tersebut juga berlanjut ketika Atletico menjamu klubnya Messi yaitu Barcelona. Messi sukses untuk memberikan hiburan yang menarik dan juga memukau para penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut. (Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa)

“Messi merupakan salah satu pemain yang bisa anda lihat dalam sisi mana pun juga. Ketika dia sudah mengontrol bola maka sesuatu bisa saja terjadi secara mengejutkan,” Ucap Simeone. “Sebelum pertandingan ini saya sangat berharap dirinya akan mengalami kelelahan. Namun Messi adalah pemain yang luar biasa dan dia bisa memberikan permainan yang memukau. Messi berhasil mematahkan semua anggapan orang yang mengira jika dirinya akan kelelahan dan tidak akan bermain maksimal.” Tambah Simeone. (Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa)

Pada pertandingan tersebut sebenar nya koke yang bertugas untuk menutup pergerakkan dari Messi sudah bisa di bilang sangat bagus. Namun mereka harus kecolongan di menit menit akhir pertandingan dan akhirnya harus puas dengan berbagi poin. Hasil seri ini juga sekaligus mematahkan rekor Barcelona yang selalu menang dalam tujuh laga di La Liga. Koke juga menilai jika hasil pertandingan tersebut memang layak karena setidaknya Messi tidak bisa mencetak gol dalam pertandingan ini. (Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa)

“Kita semua pasti tahu bagaimana permainan Messi, Dia pemain yang sangat luar biasa dan bisa mencetak gol kapan saja. Kami telah berusaha keras untuk bisa menghentikannya dan rasa memang sangat sulit untuk bisa menghentikannya.” Ucap Koke. Selain itu Simeone juga memuji Messi karena bisa menjawab semua keraguan publik atas dirinya dan bisa membantu Argentina untuk lolos ke piala dunia 2018. Sebelumnya memang Argentina sempat terancam untuk gagal lolos jika mereka tidak bisa mendapatkan poin penuh atas Ekuador. (Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa)

Simeone juga memuji selain dari Neymar dan Cristiano Ronaldo, Messi memang layak untuk menjadi pemain terbaik dunia. Simeone juga mendukung penuh timnas Argentina karena merupakan tempat lahir Simeone. “Tentu saja saya menyaksikan pertandingan Argentina tersebut dan saya benar benar tenang ketika menyaksikan pertandingan itu dan saya yakin mereka bisa menang. Mereka memang memulai laga tersebut dengan kurang baik namun akhirnya saya bisa lega karena akhirnya pertandingan sudah ada di pihak kami pada pertengahan laga.” Ucap Simeone. (Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa)

“Mereka benar benar berjuang untuk meraih kemenangan dan tidak kehilangan fokus pada pertandingan tersebut. Akhirnya Messi juga bisa menjawab semua kritikan dan memberikan apa yang di inginkan oleh orang orang Argentina. Dia sudah memberikan bukti untuk orang-orang yang mulai tidak percaya jika dirinya wajib untuk menjadi salah satu pemain terbaik di dunia.” Puji Simeone.

Baca Juga: Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala: Manajer atau pelatih merupakan sosok terpenting dalam dunia sepak bola. Manajerlah yang mengatur taktik dan pemain mana yang akan diturunkan dalam menghadapi lawan. Tak sedikit pelatih yang dipecat seusai membawa klubnya memenangkan salah satu piala dimusim sebelumnya. Berikut nama pelatih yang dipecat sesudah memberikan piala untuk Klubnya:

– Claudio Ranieri

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala - Claudio Ranieri
Siapa yang tidak mengenal pelatih yang lahir pada 20 Oktober 1951 ini? Pria italia ini sukses membawa beberapa klub memenangkan gelar juara di liganya masing masing hingga sampai membawa memenangkan klub paling bergengsi di benua biru. Pelatih inilah yang membawa Fiorentina juara Seri B dan kembali berlaga di Seri A Italia pada tahun 1993-1994, Setelah kembali ke Seri A ditahun 1995-1996 dia berhasil membawa timnya ini memenangkan Coppa Italia 1995-1996 dan Supercopa Italia ditahun 1996. Dan ditahun 1997 diapun memutuskan meninggalkan tim yang berjuluk Viola ini dan melatih tim Spanyol. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

Pelatih ini juga pernah menukangi Valencia 2 periode yaitu di tahun 1997-1999 dan 2004-2005 di periode pertamanya pria yang berumur 65 tahun ini berhasil membawa “Els taronja” mengangkat piala Copa del Rey di tahun 1998-99 dan UEFA Intertoto Cup ditahun 1998 memasuki periode keduanya pria yang pernah membela Roma semasa masih menjadi pemain berhasil memberikan piala UEFA Super Cup ditahun 2004. Pemecetan Claudio Ranieri ini sendiri akibat tersingkirnya Valencia dari Piala UEFA. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

Pelatih ini juga sukses mengantarkan tim kasta kedua liga Inggris promosi ke Premier League dan membawa tim ini langsung memenangkan gelar Premier League di tahun 2015-2016. Namun, Leicester City memecat pelatih ini pada kamis 23/2 malam, akbita buruknya performa dari The foxes. Hingga kini pelatih ini belum memiliki tim baru untuk dilatih. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

– Carlo Ancelotti

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala - Carlo Ancelotti
Pria yang berhasil membawa Ac milan menjuari berbagai gelar ini pun termasuk dalam pelatih yang dipecat setelah mengangkat trofi di musim sebelumnya. Pemecatan Dirinya pertama kali dia dapatkan saat melatih Chelsea pada saat itu Don Carlo diberikan kontrak 3 musim. Dimusim pertama pria berdarah Italia ini berhasil membawa Chelsea memenangkan Piala Community Shield 2009 dan memenangkan dua gelar sekaligus yaitu Liga Utama Inggris dan Piala FA ditahun yang sama. Namun, di tahun kedua akibat turun performa Chelsea dan kalah dari Everton pelatih ini pun akhirnya mendapat surat pemecatan pada Mei 2011. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

Nasib yang sama saat dia menukangi Real Madrid pelatih yang saat itu memberikan gelar liga Champions ke 10 untuk Real Madrid, Namun kegagalan dalam musim keduanya membuat Florentino Perez mengeluarkan surat pemecatan. Seletah di pecat oleh Madrid Dia pun melatih tim German Bayern Munchen dan dia juga mendapat nasib yang sama. Setelah membawa Munchen menjuarai Bundesliga di tahun perdananya pelatih ini mendapat surat pemecatan di tahun kedua. Dengan alasan gagal membawa Munchen ke jalur juara dan kalah telk dari PSG 3 – 0.

– Roberto Di Matteo

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala - Roberto Di Matteo
Jika anda pendukung dari Chelsea maka anda pasti mengenal sosok ini. Sebelum di angkat menjadi pelatih pria berdarah Italia ini merupakan assisten dari André Villas-Boas. Pemecatan AVB, berimbas pada pengangkatannya menjadi Pelatih Chelsea di tahun 2011-2012. Setelah di angkat menjadi pelatih, pria berkepala botak ini berhasil memberikan 1 gelar Piala FA dan 1 Piala Liga Champions ditahun 2011-2012. Memasuki musim keduanya pria yang lahir di Swiss ini medapat kejutan dari Roman Abramovich berupa surat pemecatan dirinya pada tanggal 21 November 2012, setelah hanya berhasil menang 2 kali dari 8 pertandingan yang telah dia mainkan bersama Chelsea. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996

Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996

Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996: Pada kesempatan kali ini, kita akan memberikan informasi mengenai pemain termahal dunia yang pernah membuat sejarah dalam penjualannya. Kami akan berikan daftar pemain yang pernah masuk sebagai pemain termahal dunia dari tahun 1990-1996. Di tahun 1990 ada nama Roberto Baggio dapat bermain sebagai pemain tengah serang atau yang kita kenal sebagai gelandang serang, striker bayangan dan Playmaker (Pengatur Serangan). Awal klub legenda Timnas Italia ini adalah bermain di Vicenza di tahun 1982-1985.

Selama bermain disini, pemain kelahiran Caldogno Italia ini diturunkan oleh tim sebanyak 36 kali dan mencetak 13 gol. Fiorentina yang tertarik dengan pemain ini pun mengontrak pemain ini dari 1985-1990. Pemain inipun resmi menggunakan seragam Fiorentina dan tampil sebanyak 94 kali serta mencetak sebanyak 39 gol. Klub berjulukan Nyonya Tua (Juventus) sangat ingin menggunakan jasa pemain yang lahir pada 18 Februari 1967 ini. Juventus pun akhirnya berani membayar 8 juta pounds untuk memboyong pemain ini keluar dari Stadio Artemio Franchi kandang dari Fiorentina yang membuat pemain ini mengalahkan Ruud Gullit yang dibeli oleh AC Milan dari PSV dengan harga 6 juta Pounds ditahun 1987. (Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996)

Selama menggunakan jersey Juventus (1990-1995) pemain ini tampil sebanyak 141 kali dan mencetak 78 gol. Selama berkarier di dunia sepakbola profesionalnya, pemain ini sudah bermain sebanyak 488 kali penampilan dan mencetak 218 gol. Sedangkan bersama Timnas, pemain ini sudah bermain sebanyak 56 kali dan mencetak 27 gol. Roberto Baggio juga pernah mendapatkan titel Pemain Terbaik FIFA di tahun 1993. Hasil terbaik pemain ini di kancah internasional adalah pada saat berhasil membawa Italia menjadi juara-2 pada Piala Dunia tahun 1994. (Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996)

Kemudian pada tahun 1992, ada tiga kali klub Italia membuat rekor pembelian pemain. Yang pertama adalah pembelian Jean-Pierre Papin, dari Marseile ke AC Milan dengan harga 10 juta pounds. Mantan pemain Timnas Prancis ini selama berseragam Marseile bermain di posisi penyerang dan bermain sebanyak 215 penampilan serta mencetak 134 gol. Kemudian setelah masuk ke San Siro, ia hanya dimainkan sebanyak 40 kali dari tahun 1992-1994 dengan mencetak 18 gol. (Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996)

Pembelian kedua adalah Gianluca Vialli dari Sampdoria ke Juventus, pemain ini ditebus dengan harga 12 Juta Pounds. Selama membela Juventus pemain ini hanya mencetak 38 gol dari 102 pertandingan (1992-1996). Klub ketiga yang memecahkan rekor pembelian pemain termahal dunia adalah AC Milan. Pemain yang dibelinya adalah Gianluca Lentini dari Torino sebesar 13 juta pounds. Selama berseragam Milan dari tahun 1992-1996, pemain ini bermain sebanyak 60 kali penampilan dan mencetak 13 gol. (Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996)

Selang 4 tahun kemudian tepatnya ditahun 1996 Barcelona dan Newcastle memecahkan rekor pembelian pemain termahal dunia. Yang pertama adalah Ronaldo (Brazil) dibeli dari PSV Eindhoven dengan nilai 13,2 juta Pounds. Selama berseragam Barcelona pemain ini tidak menyia-nyiakan titel yang dia dapatkan sebagai pemain termahal dunia. Selama berseragam Barcelona (1996-1997) pemain ini mencetak 34 gol dari 37 pertandingan. Setelah Barcelona memecahkan rekor pemain termahal dunia Newcastle kembali memecahkan rekor ini ditahun yang sama dengan harga 15 juta pounds dengan membeli Alan Shearer dari Blackburn Rovers. Selama membela Newcastle dari tahun 1996-2006 pemain ini mencetak 148 gol dari 303 penampilannya. (Para Pemain Termahal Dunia Dari Tahun 1990-1996)

Baca Juga: Klopp Di Mata Chamberlain Adalah Pelatih Yang Spesial

Klopp Di Mata Chamberlain Adalah Pelatih Yang Spesial

Klopp Di Mata Chamberlain Adalah Pelatih Yang Spesial

Klopp Di Mata Chamberlain Adalah Pelatih Yang Spesial: Alex Oxlade-Chamberlain mengakui jika dirinya sangat mengagumi Jurgen Klopp dan menilai jika Klopp merupakan sosok pelatih yang sangat istimewa. Pada bursa tranfer musim panas ini, gelandang Inggris ini sudah resmi meninggalkan Arsenal untuk bergabung dengan Liverpool dan akan menjadi anak asuhan Jurgen Klopp. Chamberlain mengakui jika dirinya sudah lama tertarik untuk menjadi anak asuhnya bahkan sejak Kloop masih menangani Borussia Dortmund. Pada saat itu Kloop berhasil membawa Dortmund untuk masuk ke final Liga Champions namun akhirnya meski kalah dari Bayern Munchen di final.

“Anda pasti bisa melihat bagaimana dia itu bekerja, bahkan ketika dirinya masih berada di Borussia Dortmund. Dia merupakan sosok pelatih yang sangat ekspresif yang membuat anda merasa mengenal dirinya meski belum pernah berjumpa dengannya terutama pada saat dirinya melakukan konferensi pers.” Ucap Chamberlain di laman resmi klub. (Klopp Di Mata Chamberlain Adalah Pelatih Yang Spesial)

Chamberlain memilih untuk bergabung dengan Liverpool juga karena adanya kedekatan antara pemain dan pelatihnya yang bisa membuat para pemain bermain dengan nyaman. Chamberlain didatangkan ke Anfield dengan nilai tranfer sebesar 35 juta pounds. Gelandang asal Inggris ini akan melakukan debut pertamanya di Premier League pada akhir pekan ini ketika Liverpool akan berkunjung ke markas Manchester City. Chamberlain mengaku jika dirinya sudah tidak sabar ingin melakukan debut nya dan sudah tidak sabar lagi ingin bekerja bersama Klopp. (Klopp Di Mata Chamberlain Adalah Pelatih Yang Spesial)

“Ketika anda duduk sebagai penonton saja pun dan dalam posisi netral pada musim lalu, maka anda bisa melihat jika dirinya memiliki sesuatu karakter yang sangat menarik dan juga bisa memberikan inspirasi bagi klub saat dalam keadaan tertekan. Hal yang membuat saaya lebih tertarik yaitu hubungan yang dimilikinya dengan para pemainnya yang bisa membuat orang makin bergairah. Sesuatu hal yang masif dan menjadi nilai plus jika ingin berkembang dengan melakukan hubungan yang begitu dekat dengan para pemain yang berada di lapangan. Dan tentu saja itu merupakan salah satu alasan bagi saya kenapa saya memilih untuk bergabung dengan klub yang bermarkas di Anfield tersebut.” Ucap Chamberlain di laman resmi klub. (Klopp Di Mata Chamberlain Adalah Pelatih Yang Spesial)

Chamberlain juga menilai jika sosok Klopp merupakan seorang pelatih yang sudah memiliki banyak pengalaman dan wajib untuk di hormati. “Dia sudah memiliki banyak hal yang sudah dilalui dan dirinya sudah memiliki banyak pengetahuan dalam permainan ini, anda harus bisa menghormati itu. Dirinya bisa memberikan inspirasi bagi para pemain dan bisa mendorong anda untuk menjadi lebih baik itulah hal yang menurut saya dirinya merupakan pelatih yang luar biasa.” tutur Chamberlain. (Klopp Di Mata Chamberlain Adalah Pelatih Yang Spesial)

Dengan dibawah kepemimpinan Klopp, Chamberlain sangat meyakini jika dirinya akan memiliki karir yang lebih baik di Anfield. “Saya meyakini kemampuan yang dimilikinya dan saya sangat yakin jika dirinya bisa mendorong saya dan semoga bisa membantu saya untuk mengeluarkan semua kemampuan yang terbaik untuk menjadi pemain yang lebih baik di level berikutnya.” Tambah Chamberlain. (Klopp Di Mata Chamberlain Adalah Pelatih Yang Spesial)

Sedangkan komentar negatif muncul dari Legenda Liverpool, Jamie Carragher yang menilai jike bergabung dengan Liverpool merupakan kesalahan yang sudah di lakukan oleh Chamberlain. Carragher mengklaim jika Chamberlain akan kesulitan untuk masuk dalam skuad utama milik Jurgen Klopp. Chamberlain merupakan pemain yang keempat yang sudah dibeli oleh Klopp pada bursa tranfer musim panas ini. Sebelumnya Liverpool sudah mendatangkan Dominic Solanke, Mohamed Salah dan Andrew Robertson. (Klopp Di Mata Chamberlain Adalah Pelatih Yang Spesial)

Baca Juga: Perjalanan Timnas Indonesia Mencapai SEA Games 2017