Kemenangan Besar Madrid Membuat Zidane Merasa Bahagia

Kemenangan Besar Madrid Membuat Zidane Merasa Bahagia

Kemenangan Besar Madrid Membuat Zidane Merasa Bahagia: Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengaku jika senang melihat anak asuhnya yang berhasil melibas Deportivo Alaves dengan skor 4-0 di Santiago Bernabeu pada laga Jornada ke 25 La Liga. Pada laga tersebut, Ronaldo menyumbangkan dua gol sementara gol lainnya di cetak oleh Karim Benzema dan Gareth Bale yang masing masing mencetak satu gol. Zidane merasa puas dengan penampilan dari telah di tunjukkan oleh anak asuhnya tersebut. Walaupun pada saat pertandingan tersebut banyak pemain inti yang tidak di turunkan karena mengalami cedera dan akumulasi kartu.

“Saya sangat senang dengan hasil yang kami dapat ini dan saya sangat senang dengan melihat permainan kami hari ini,” ucap Zidane di laman resmi klub. “Kami memang kesulitan di babak pertama untuk bertahan namun kami berhasil mengontrol dan membalikkan keadaan di babak kedua. Tim lawan terus mencari kesalahan kami dan mencoba terus yang membuat kami harus bekerja keras untuk menjaga mereka agar gawang kami tidak kebobolan. Kami akhirnya berhasil mencetak 4 gol dan juga clean sheet dan kami harus pertahankan ini. (Kemenangan Besar Madrid Membuat Zidane Merasa Bahagia)

Kami akan terus mencoba untuk mempertahankan clean sheet dan mencetak banyak gol,” tegas Zidane. Zidane juga melontarkan sebuah tantangan untuk anak asuhnya untuk bisa mempertahankan kemenangan besar di waktu yang akan datang. Belakangan ini Madrid memang sudah kembali tampil bagus dengan mencatatkan 5 kemenangan beruntun di semua ajang kompetisi. Selain itu Madrid juga selalu berhasil menang dengan margin minimal dua gol. Zidane sangat berharap jika tren positif tersebut terus bertahan dan terus berlanjut hingga akhir musim nanti.

“Hari ini kami berhasil mencetak 4 gol dan kami akan terus menjaga performa tersebut. Kami sudah kembali menemukan konsisten pada performa kami dan konsentrasi kami juga sudah mulai meningkat. Selain itu kepecayaan diri kami juga sudah semakin meningkat,” tegas Pelatih asal Prancis tesebut. Zidane juga memberikan pujian kepada trio BBC yaitu Gareth Bale, Karim Benzema Cristiano Ronaldo. Zidane menyebutkan jika ketiga pemain tersebut merupakan pemain yang bisa di andalkan. Sejak musim 2017/18 ketiga pemain ini memang banyak mendapatkan kritikan terutama penampilan mereka di La Liga. (Kemenangan Besar Madrid Membuat Zidane Merasa Bahagia)

Dalam tiga tahun terakhir memang ketiga pemain ini merupakan mesin gol dari El Real, namun di musim ini mereka memang tampil kurang baik terutama di La Liga dan membuat Madrid tersingkir dari puncak klasemen La Liga. Zidane merasa sangat senang dengan performa yang di tunjukkan trio BBC ini pada tadi malam. “Trio BBC memang pemain pemain yang bisa di andalkan. Kami selalu berharap jika para pemain kami berada di kondisi terbaik terutama BBC, namun Lucas Vazquez juga pemain yang bagus di masa depan,” tulis Zidane di laman resmi klub.

“Mereka memang benar benar memperlihatkan penampilan yang sangat fantastis dan saya sangat senang dengan kontribusi ke empat pemain tersebut, karena mereka terlihat sangat fokus pada pertandingan tersebut,” tambah Zidane.

Artikel Lainnya: Pintu Keluar Bagi Antonio Conte Sudah Terbuka Makin Lebar

Pintu Keluar Bagi Antonio Conte Sudah Terbuka Makin Lebar

Pintu Keluar Bagi Antonio Conte Sudah Terbuka Makin Lebar

Pintu Keluar Bagi Antonio Conte Sudah Terbuka Makin Lebar: Dalam beberapa musim belakangan pelatih pelatih Chelsea seperti tidak dihargai oleh klub, karena tidak ada trofi yang mampir ke Stamford Bridge dalam musim tersebut dan turnnya performa tim. Jika pembaca artikel ini merupakan Fans setia dari “The Blues” Julukan untuk Chelsea, pasti semua mengenal ssosok dari seorang Roberto Di Matteo. Pria yang lahir di Switzerland pada 29 May 1970, bisa dikatakan pelatih yang dibuang secara “tidak terhormat” oleh Roman Abramovich.

Awalnya pria yang membela timnas Italia (semasa karier sepak bola profesionalnya) tersebut mengantikan posisi dari André Villas-Boas yang di pecat oleh manajemen Chelsea, karena performa Chelsea yang tidak mampu bersaing memperebutkan juara EPL pada musim 2011-2012. Sejak pemecatan dari pria yang lahir di Porto Portugal 17 Oktober 1977, Di Matteo pun di angkat menjadi pelatih sementara untuk mencari mencari pelatih yang berkelas pada saat itu. Chelsea yang tidak dapat mendapat satu pelatih berkelas akhirnya mengangkat dirinya untuk melatih Chelsea hingga akhir musim. (Pintu Keluar Bagi Antonio Conte Sudah Terbuka Makin Lebar)

Pengangkatan dirinya terjadi pada tanggal 4 Maret 2012, semenjak itu pria yang berumur 47 tahun resmi menjadi pelatih tim kota London tersebut, dan selama dirinya meduduki kursi panas tersebut dia berhasil menang di bebrapa laga penting. dengan formasi 4-2-3-1, mantan pemain Lazio (1993-1996) berhasil konsisten dengan kemenangan. Terutama di Liga Champions yang saat itu Andrea Villas Boas Berhasil membawa Chelsea ke perempatan final. Setelah di tinggal Boas, Matteo pun melanjutkan misi dari Roman Abramovich, yang sangat ingin mendapatkan gelar “Sikuping lebar”tersebut.

Di perempatan final mereka bertemu dengan Benfica, dengan formasi andalannya Chelsea berhasil menang dengan total Agg 3-1. Yang artinya mereka melaju ke semi final pada saat itu. di semifinal tim inggris ini bertemu dengan wakil dari Spanyol Barcelona. Leg pertama yang dimainkan oleh Chelsea di kandang pada tanggal 18 april 2012, mereka dapat memberikan perlawanan dan berakhir dengan skor 1-0. Enam hari berselang tepatnya pada 24 April 2012, mereka harus melakukan laga tandang ke Camp Nou dalam laga kali ini dengan taktik dan permainan yang bagus mereka dapat mengimbangi permainan dari sang tuan rumah hingga akhir pertandingan mereka berhasil membuat laga menjadi 2-2. (Pintu Keluar Bagi Antonio Conte Sudah Terbuka Makin Lebar)

Di laga ini Chelsea layak masuk karena menang 1 gol dan memastikan diti masuk ke final UCL pada tahun tersebut. Difinal lawan anak-anak London bukan lawan sembarangan, karena mereka harus bertemu dengan Bayern Munchen. Pada laga tersebut anak Asuh Di Matteo menang di babak pinalty dengan skor 4-5 dan layak mengangkat “si kuping lebar” untuk pertama kalinya dan di tahun itu juga Di Matteo berhasil memberikan gelar FA Cup setelah berhasil menggalahkan Liverppol dengan skor 2-1 di Wembley.

Setelah mendapat gelar tersebut akhirnya manajemen memperpanjang kontrak pelatih tersebut, namun naas karier kepelatihannya harus di putus oleh Chelsea akibat performa kurang konsisten pada musim 2012/2013. Pemecatan dirinya terjadi pada tanggal 20 November 2012, setelah kalah dari Juventus dalam lanjutan babak grup Liga Champions 2012/2013. Melihat kesuksesan Di Matteo yang memberikan trofi Liga Champions pertama untuk Chlesea bisa di pecat, apalagi dengan dengan Antonio Conte yang baru memberikan 1 gelar liga EPL ditahun 2016/2017. (Pintu Keluar Bagi Antonio Conte Sudah Terbuka Makin Lebar)

Kemungkinan pintu keluar dari Stamford Bridge kembali terbuka lebar setelah melihat performa timnya musim ini yang selalu kalah dan tidak konsisten di setiap laganya. yang paling baru tim kota London biru tersebut harus kalah dari, Watford yang berada di posisi ke 11 klasemen sementara dengan skor yang cukup mencolok (4-1). Laga tersebut dimainkan pada 06 Februari 2018. Mungkin taruhan dari Conte ada di Laga melawan Barceloan dalam lanjutan Liga Champions yang memasuki babak 16 besar. Jika Chelsea kembali menuai hasil kekalahan bukan tidak mungkin nama Conte akan masuk dalam sejarah Chelsea yang menginggalkan kursi kepelatihan sebelum masa bakti berakhir.

Artikel Lainnya: Ronaldo Diminta Untuk Memilih Tim Oleh Pihak Madrid