Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal

Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal

Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal: Dalam beberapa tahun belakangan ini, salah satu tim Inggris asal kota London melakukan pembelian pemain yang tidak masuk akal atau bisa dikatakan sebagai pembelian panik. Dalam beberapa tahun ini, mereka selalu salah dalam awal melakukan negosiasi untuk pemain incarannya, dan sering kali terlambat dalam urusan memberikan proposal kepada tim dari pemain yang di incarnya. Sangking terlambatnya, tim yang dimiliki oleh orang Rusia ini harus mendapatkan pemain yang seadanya. (Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal)

Dalam bursa transfer kali ini, pelatih Chelsea saat ini Antonio Conte juga “geram” dengan tingkah manajemen Chelsea yang terlalu lambat dalam bursa transfer yang mengakibatkan dirinya harus kehilangan sosok pemain yang diincarnya dalam bursa untuk memperkuat tim besutannya. Contohnya saja, pada bursa transfer musim panas ini, sosok yang diinginkan pelatih asal Italia untuk memperkuat lini tengah mereka adalah Ross Barkley yang bermain di Everton. Mantan pelatih asal Juventus ini sangat membutuhkan jasa dari pemain yang sudah cukup berpengalaman di lini tengah tersebut. Namun, akibat kerja yang lamban dari Direktur klub, The Blues hanya mampu mendapatkan Daniel Drinkwater dari Leicester City yang belum begitu banyak pengalamannya di lini tengah. (Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal)

Berikut ini adalah beberapa pemaing Chelsea yang dianggap sebagai pembelian panik:

– Michael Hector
Pemain kelahiran Inggris yang memilih untuk membela timnas Jamaika ini menurut kami adalah pembelian paling panik yang dilakukan oleh tim asal London Biru ini, dibeli dengan harga 5.4 juta Euro dari Reading, namun pemain ini tidak diturunkan sama sekali oleh Chelsea. Setelah di beli paa tanggal 1 September 2015 pemain ini langsung di pinjamkan ke mantan klubnya Reading pada tanggal 2 september 2015. Singkat cerita pemain ini tidak pernah dimainkan di Chelsea namun selalu dipinjam saat sudah dibeli dari Reading. Tim yang pernah meminjamkan pemain ini adalah E. Frankfurt dan Hull City. (Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal)

– Papy Djilobodji
Pamain asal Senegal yang berposisi sebagai center back ini juga menurut kami sebagai pembelian panik. Pada tahun 2015, Chelsea bukan ingin datangkan pemain Senegal ini melainkan ingin mendatangkan back asal Everton yang kali ini sudah menjadi pemain Manchester City yaitu John Stones. Pada saat itu Chelsea yang dilatih oleh Jose Mourinho, tidak dapat tanda tangan dari pemain ini melainkan mendapatkan tanda tangan dari pemain asal Senegal itu. Di beli dari FC Nantes pada tahun 1 september 2015 dengan harga 3.5juta Euro ini tidak mendapatkan jatah bermain melainkan di pinjamkan ke Liga German besama dengan Werder Bremen dengan harga pinjaman 400 ribu Euro. Dan resmi di jual oleh Chelsea pada 5 agustus 2016 ke Sunderland dengan harga 9.5 juta Euro. Namun setelah di Sunderland pemain ini juga di pinjamkan ke liga Prancis bersama Dijon pada tanggal 31 Agustus 2017 dan masa pinjaman nya akan berakhir pada tanggal 23 Juni 2018. (Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal)

– Radamel Falcao
Pemain panic lainnya adalah penyerang asal Kolombia yang lahir pada tahun 1986. Pemain ini didapatkan oleh Chelsea dari Manchester United. Kedatangan dari penyerang asal Kolombia ini membuat Chelsea dicap sebagai pemain yang tidak mampu mendantangkan pemain berkelas untuk merebut gelar juara, dalam pemindahannya ke Chelsea pemain ini mengalami cedera ACL yang harus menepih dari pinggir lapangan terlebih dahulu. Bersama dengan tim London Biru ini dia hanya mampu bermain sebanyak 10 kali dalam satu musim dan setelah itu memilih untuk kembali ke klub lamanya Manaco. (Pembelian Pemain Chelsea Yang Dianggap Tidak Masuk Akal)

Baca Juga: Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa

Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa

Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa

Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa: Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone menyatakan pujiannya untuk Lionel Messi setelah pertandingan Atletico Madrid melawan Barcelona di ajang La Liga. Simeone memberikan pujian kepada Messi atas penampilannya yang luar biasa walaupun Messi baru saja bermain untuk timnas nya dan seharusnya mengalami kelelahan. Pada pertandingan tersebut memang pemain asal Argentina ini tidak mencetak gol untuk klub nya namun Messi sering memberikan ancaman untuk Atletico dan Messi juga berperan dalam terciptanya gol Suarez di menit menit akhir.

Sebelum pertandingan ini, Messi memang harus tampil habis-habisan bersama dengan timnas Argentina untuk membantu mereka untuk bisa lolos ke piala dunia 2018. Dalam laga hidup mati ketika melawan Ekuador tersebut, Messi juga memborong semua gol yang tercipta dengan mencetak Hattrick untuk Argentina. Performa luar biasa tersebut juga berlanjut ketika Atletico menjamu klubnya Messi yaitu Barcelona. Messi sukses untuk memberikan hiburan yang menarik dan juga memukau para penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut. (Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa)

“Messi merupakan salah satu pemain yang bisa anda lihat dalam sisi mana pun juga. Ketika dia sudah mengontrol bola maka sesuatu bisa saja terjadi secara mengejutkan,” Ucap Simeone. “Sebelum pertandingan ini saya sangat berharap dirinya akan mengalami kelelahan. Namun Messi adalah pemain yang luar biasa dan dia bisa memberikan permainan yang memukau. Messi berhasil mematahkan semua anggapan orang yang mengira jika dirinya akan kelelahan dan tidak akan bermain maksimal.” Tambah Simeone. (Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa)

Pada pertandingan tersebut sebenar nya koke yang bertugas untuk menutup pergerakkan dari Messi sudah bisa di bilang sangat bagus. Namun mereka harus kecolongan di menit menit akhir pertandingan dan akhirnya harus puas dengan berbagi poin. Hasil seri ini juga sekaligus mematahkan rekor Barcelona yang selalu menang dalam tujuh laga di La Liga. Koke juga menilai jika hasil pertandingan tersebut memang layak karena setidaknya Messi tidak bisa mencetak gol dalam pertandingan ini. (Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa)

“Kita semua pasti tahu bagaimana permainan Messi, Dia pemain yang sangat luar biasa dan bisa mencetak gol kapan saja. Kami telah berusaha keras untuk bisa menghentikannya dan rasa memang sangat sulit untuk bisa menghentikannya.” Ucap Koke. Selain itu Simeone juga memuji Messi karena bisa menjawab semua keraguan publik atas dirinya dan bisa membantu Argentina untuk lolos ke piala dunia 2018. Sebelumnya memang Argentina sempat terancam untuk gagal lolos jika mereka tidak bisa mendapatkan poin penuh atas Ekuador. (Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa)

Simeone juga memuji selain dari Neymar dan Cristiano Ronaldo, Messi memang layak untuk menjadi pemain terbaik dunia. Simeone juga mendukung penuh timnas Argentina karena merupakan tempat lahir Simeone. “Tentu saja saya menyaksikan pertandingan Argentina tersebut dan saya benar benar tenang ketika menyaksikan pertandingan itu dan saya yakin mereka bisa menang. Mereka memang memulai laga tersebut dengan kurang baik namun akhirnya saya bisa lega karena akhirnya pertandingan sudah ada di pihak kami pada pertengahan laga.” Ucap Simeone. (Simeone Puji Penampilan Lionel Messi Yang Luar Biasa)

“Mereka benar benar berjuang untuk meraih kemenangan dan tidak kehilangan fokus pada pertandingan tersebut. Akhirnya Messi juga bisa menjawab semua kritikan dan memberikan apa yang di inginkan oleh orang orang Argentina. Dia sudah memberikan bukti untuk orang-orang yang mulai tidak percaya jika dirinya wajib untuk menjadi salah satu pemain terbaik di dunia.” Puji Simeone.

Baca Juga: Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala: Manajer atau pelatih merupakan sosok terpenting dalam dunia sepak bola. Manajerlah yang mengatur taktik dan pemain mana yang akan diturunkan dalam menghadapi lawan. Tak sedikit pelatih yang dipecat seusai membawa klubnya memenangkan salah satu piala dimusim sebelumnya. Berikut nama pelatih yang dipecat sesudah memberikan piala untuk Klubnya:

– Claudio Ranieri

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala - Claudio Ranieri
Siapa yang tidak mengenal pelatih yang lahir pada 20 Oktober 1951 ini? Pria italia ini sukses membawa beberapa klub memenangkan gelar juara di liganya masing masing hingga sampai membawa memenangkan klub paling bergengsi di benua biru. Pelatih inilah yang membawa Fiorentina juara Seri B dan kembali berlaga di Seri A Italia pada tahun 1993-1994, Setelah kembali ke Seri A ditahun 1995-1996 dia berhasil membawa timnya ini memenangkan Coppa Italia 1995-1996 dan Supercopa Italia ditahun 1996. Dan ditahun 1997 diapun memutuskan meninggalkan tim yang berjuluk Viola ini dan melatih tim Spanyol. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

Pelatih ini juga pernah menukangi Valencia 2 periode yaitu di tahun 1997-1999 dan 2004-2005 di periode pertamanya pria yang berumur 65 tahun ini berhasil membawa “Els taronja” mengangkat piala Copa del Rey di tahun 1998-99 dan UEFA Intertoto Cup ditahun 1998 memasuki periode keduanya pria yang pernah membela Roma semasa masih menjadi pemain berhasil memberikan piala UEFA Super Cup ditahun 2004. Pemecetan Claudio Ranieri ini sendiri akibat tersingkirnya Valencia dari Piala UEFA. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

Pelatih ini juga sukses mengantarkan tim kasta kedua liga Inggris promosi ke Premier League dan membawa tim ini langsung memenangkan gelar Premier League di tahun 2015-2016. Namun, Leicester City memecat pelatih ini pada kamis 23/2 malam, akbita buruknya performa dari The foxes. Hingga kini pelatih ini belum memiliki tim baru untuk dilatih. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

– Carlo Ancelotti

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala - Carlo Ancelotti
Pria yang berhasil membawa Ac milan menjuari berbagai gelar ini pun termasuk dalam pelatih yang dipecat setelah mengangkat trofi di musim sebelumnya. Pemecatan Dirinya pertama kali dia dapatkan saat melatih Chelsea pada saat itu Don Carlo diberikan kontrak 3 musim. Dimusim pertama pria berdarah Italia ini berhasil membawa Chelsea memenangkan Piala Community Shield 2009 dan memenangkan dua gelar sekaligus yaitu Liga Utama Inggris dan Piala FA ditahun yang sama. Namun, di tahun kedua akibat turun performa Chelsea dan kalah dari Everton pelatih ini pun akhirnya mendapat surat pemecatan pada Mei 2011. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)

Nasib yang sama saat dia menukangi Real Madrid pelatih yang saat itu memberikan gelar liga Champions ke 10 untuk Real Madrid, Namun kegagalan dalam musim keduanya membuat Florentino Perez mengeluarkan surat pemecatan. Seletah di pecat oleh Madrid Dia pun melatih tim German Bayern Munchen dan dia juga mendapat nasib yang sama. Setelah membawa Munchen menjuarai Bundesliga di tahun perdananya pelatih ini mendapat surat pemecatan di tahun kedua. Dengan alasan gagal membawa Munchen ke jalur juara dan kalah telk dari PSG 3 – 0.

– Roberto Di Matteo

Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala - Roberto Di Matteo
Jika anda pendukung dari Chelsea maka anda pasti mengenal sosok ini. Sebelum di angkat menjadi pelatih pria berdarah Italia ini merupakan assisten dari André Villas-Boas. Pemecatan AVB, berimbas pada pengangkatannya menjadi Pelatih Chelsea di tahun 2011-2012. Setelah di angkat menjadi pelatih, pria berkepala botak ini berhasil memberikan 1 gelar Piala FA dan 1 Piala Liga Champions ditahun 2011-2012. Memasuki musim keduanya pria yang lahir di Swiss ini medapat kejutan dari Roman Abramovich berupa surat pemecatan dirinya pada tanggal 21 November 2012, setelah hanya berhasil menang 2 kali dari 8 pertandingan yang telah dia mainkan bersama Chelsea. (Manager Berdarah Italia Yang Dipecat Usai Meraih Piala)